[117] Pekan Kondom, Negara Legalkan Zina

Alhamdulillah, kita bersua kembali melalui edisi ini. Bagaimana kabar Anda? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan terus bersemangat dalam menapaki langkah kehidupan. Amin.
Pembaca yang dirahmati Allah, rasanya miris kita mengamati fenomena pergaulan remaja saat sekarang. Tindak asusila seolah menjadi santapan media setiap hari. Anak-anak ingusan, ternyata sudah begitu ‘berani’ melakukan perbuatan yang tidak setaraf dengan usianya.
Bagaimana mungkin di sebuah daerah di Sumatera Selatan seorang bocah perempuan SD sudah melahirkan bayinya. Di Jakarta, siswa-siswi SMP tanpa malu-malu berakting porno di depan teman-temannya dan direkam. Di Jawa Barat, remaja SMU berani membunuh bayinya dari hasil hubungan gelapnya.
Yang lebih miris lagi, negara seperti tak peduli dengan kondisi itu semua. Aparat negara bertindak kalau ada kasus. Seolah negara bilang: ‘itu kan urusanmu sendiri’. Tidak ada upaya mencegah fenomena seks dan gaul bebas ini.
Lihat saja tayangan televisi. Banyak tontonan tidak layak ditonton, tidak hanya oleh remaja bahkan orang tua sekalipun. Adakah kementerian terkait peduli? Komisi penyiaran peduli? Tidak. Mereka baru bertindak kalau rakyat sudah berteriak.
Sudah begitu, pemerintah menambah lagi proyek liberalisasi sosial ini dengan program kondomisasi. Tentu Presiden tahu. Tapi apakah para pejabat negara itu tidak tahu bahwa program itu bisa menjadi pemicu seks bebas lebih masif lagi?
Akan seperti apa negeri ini nantinya? Bukan kebaikan yang datang, tapi justru kehancuran!
Pembaca yang dirahmati Allah, tema seks bebas ini menjadi hangat kembali ketika kondomisasi diangkat lagi. Teriakan kaum Muslim sepertinya tak pernah didengar. Justru, kampanye kondom tahun ini kian luas. Ada apa di balik program ini? Siapa yang diuntungkan? Media Utama kali ini mencoba menyoroti.
Di rubrik Fokus, Anda bisa menyimak fenomena politik sekaligus hukum terkait skandal Bank Century. Pemeriksaan KPK mulai menyasar ke pusat kekuasaan. Memang belum sampai RI 1, tapi sudah terlihat ada kemajuan karena RI 2 mulai diperiksa. Akankah ini menjatuhkan rezim yang ada?
Pembaca yang dirahmati Allah, berbagai pembahasan menarik lainnya jangan Anda lewatkan baik di rubrik nasional, daerah, maupun lainnya. Termasuk fenomena pembatalan kasus penggunaan kerudung oleh polisi wanita (Polwan). Mengapa kebolehan itu ditarik kembali?
Akhirnya, seperti biasanya kami sampaikan terima kasih kepada para pembaca yang senantiasa mengikuti sajian kami. Kami berharap Anda bisa menjadi mitra kami untuk menyebarkan media ini jauh lebih luas lagi agar saudara kita yang lain tertulari pemahaman yang benar dalam menyikapi peristiwa yang berkembang.
Saran dan kritik kami nantikan. Selamat membaca!

source: http://mediaumat.com/salam-redaksi/5091-117-pekan-kondom-negara-legalkan-zina.html

title: [117] Pekan Kondom, Negara Legalkan Zina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *