15 Orang dari Panitia Lima Puluh Mengundurkan Diri

Protes kebijakan prisiden baru Mesir

Hidayatullah.com–Perkembangan politik Mesir kembali meningkat, Selasa sore (26/11/13), setelah aparat keamanan menerapkan peraturan jam malam dan melakukan penangkapan kepada sejumlah demonstran di depan kantor Majelis Syuro.
Seperti yang dilaporkan oleh Alarabiya (27/11/13), demonstrasi tersebut dimotori oleh sejumlah kekuatan dan gerakan revolusi untuk mengkritik kebijakan jam malam dan status darurat. Mereka meminta pemberlakuan jam malam dicabut.
Pasca diberlakukannya Undang-Undang Demonstrasi pada 25 November lalu beberapa pihak melakukan protes dan menolak peraturan tersebut karena dipandang bertentangan dengan hak-hak demokrasi.
Reaksi tak hanya datang dari kubu pro Mursi, tapi juga datang dari gerakan oposisi terbesar dan salah satu pencetus revolusi 25 Januari, yaitu Gerakan Pemuda 6 April.
Dalam situs resminya Pemuda 6 April menyampaikan penolakan tegas terhadap undang-undang demonstrasi yang dikeluarkan oleh presiden sementara, Adly Mansour. Mereka menilai Undang-undang ini melawan kehendak rakyat di tengah kondisi negara yang kehilangan institusi terpilih yang mewakili rakyat.
Sementara itu, sebanyak 15 orang anggota Panitia Lima Puluh yang bertugas membentuk rancangan konstitusi memutuskan untuk membekukan keanggotaan mereka, sebagai protes atas aksi penangkapan demosntran yang dilakukan oleh aparat keamanan.
Sumber dari keamanan sendiri telah mengkonfirmasi penangkapan sebanyak 30 orang yang dinilai penggerak demonstrasi. Mereka ditangkap karena melanggar peraturan baru tentang demonstrasi yang dikeluarkan oleh Presiden Sementara Adli Mansur.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/27/7503/15-orang-dari-panitia-lima-puluh-mengundurkan-diri.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/15-orang-dari-panitia-lima-puluh-mengundurkan-diri.html 15 Orang dari Panitia Lima Puluh Mengundurkan Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *