Festival Kampung Senaung Lestarikan Budaya Lokal

Portal Dunia – Festival Kampung Senaung Lestarikan Budaya Lokal

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Pemerintah Desa Senaung, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, menggelar Festival Kampung Senaung 2017, Rabu (22/11), sebagai upaya melestarikan tradisi, budaya, dan kearifan lokal desa tersebut.

Kepala Desa Senaung Sulaini di Muarojambi, mengatakan Festival Kampung Senaung bertajuk “bergerak membangun desa” itu digelar selama lima hari (22-26) November yang dipusatkan di Desa Senaung.

Sulaini mengatakan dalam kegiatan itu pemerintah desa melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Rural Community Developmen (LPPM RCD) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Nurdin Hamzah (STISIPNH) Jambi, masyarakat, lembaga adat serta pemangku kepentingan baik desa, kecamatan dan kabupaten.

“Tadi kami mulai dengan diskusi kelembagaan adat Desa Senaung bersama Seloko Institute dan dan pembukan tuor Desa Senaung yang dilaksanakan Kamis (23/11) besok dengan mengunjungi barang-barang kuno dan bangunan tua yang dibangun pada 1832,” kata Sulaini.

Selanjutnya pada 24 November Festival Desa Senaung yang akan diisi dengan kegiatan rebana siam, pencak silat penyambutan dan kreasi batik tanpa di jahit, serta tuor benda bersejarah.

“Kemudian Tanggal 25 November kita akan mengangkat kegiatan yang merupakan warisan budaya dari para leluhur yakni “pelarian di umo (sawah), yang dilanjutkan dengan cerita sejarah Desa Senaung dan legendanya, serta berbagai permainan tradisional seperti keronceng, ladang kere, hentak-hentak bumi, dan peteng dan 26 November penutupan festival,” kata Sulaini.

Sulaini juga menjelaskan, tuor desa akan memperlihatkan benda-benda bersejarah yang masih tersimpan rapi. Seperti uang koin kuno dan batik lawas yang diproduksi sekitar tahun 1901. Ada juga kotak besi kuno yang pada zaman itu digunakan sebagai tempat penyimpanan, menariknya kunci dari kotak besi tersebut masih menggunakan cara tradisional.

Selain benda-benda bersejarah, di Desa Senaung juga terdapat bangunan bersejarah seperti masjid Darusalam 1 yang dibangun tahun 1834. “Klarifikasi tentang masjid ini didapat dari orang tua di desa ini yakni Haji Ahmad. Saat beliau berusia 13 tahun mesjid tersebut sudah di bangun bertiang. Pada tahun 2000 ketika mengkonfirmasi umur bangunan masjid, usia beliau sudah 100 tahun,” kata Sulaini.

Bangunan tua lainnya yang terdapat di Desa Senaung adalah Madrasah Diniyah di bangun pada tahun 1934 dan siap digunakan tahun1937. Bangunan madrasah itu kini berhubungan dengan bangunan Sekolah Dasar (SDN) Negeri 3 Desa Senaung.

Kala itu warga setempat dan beberapa desa sekitarnya menggunakan madrasah sebagai tempat belajar, dan satu-satunya yang ada hanya di desa ini. Lalu pada 1940 oleh pemerintah madrasah ditetapkan fungsinya sebagai SD Negeri 3. “Masih ada foto saat madrasah di bangun dengan kondisi jendela tempo dulu,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua LPPM RCD STISIP NH, Wenny Ira menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STISIP NH dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Ilmu Pemerintahan. “Ini dalam rangka untuk membranding kampung melalui isu budaya. Kegiatan ini telah digarap sejak Desember 2016 lalu, dan pelaksanaannya baru dimulai sekarang,” kata Wenny.

Festival Kampung Senaung Lestarikan Budaya Lokal Sumber: Republika Online RSS Feed/Portal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *