Jadi Mualaf, Gadis 19 Tahun Ini Semakin Didukung Orang Tuanya

Portal Dunia – Jadi Mualaf, Gadis 19 Tahun Ini Semakin Didukung Orang Tuanya

YOGYAKARTA (Panjimas.com) – Caecilia Prima Listyawati, gadis berusia 19 tahun asal Yogyakarta ini memutuskan masuk Islam sejak 11 Oktober 2016 lalu. Saat ditanya Panjimas dia mengaku memiliki pengalaman menyenangkan dengan sikap orang tuanya.

Caecil panggilan akrabnya, mengatakan tidak mudah saat masa baru berhijrah. Cemoohan pertemanan dan penolakan keluarga menjadi ujian baginya saat awal masuk Islam.

“Ini masih berproses, setelah berhijrah memang ada konflik, tapi berkat bimbingan Mualaf Center Jogja aku bisa sabar dan tidak balik memusuhi dengan orang-orang yang jahatin aku,” katanya pada Panjimas, Kamis (8/11/2017).

Mualaf cantik belia inipun mendapat pertentangan orang tuanya. Shok, wajar, jika orang tua mendapati anaknya pindah agama. Sejurus itu, Caecil memilih merubah perilaku menjadi akhlaq birul walidain atas bimbingan MCY (Mualaf Center Yogyakarta). Hasilnya justru Orang tua Caecil tambah perhatian.

“Tunjukkan akhlaq yang baik pada orang tua, alhamdulillah sekarang orang tua percaya dan tambah sayang sama aku. Adab, akhlaq lebih baik, pergaulan juga semakin baik. Kayak aku puasa malah ibu yang repot sendiri mau masak apa gitu. Dulu sering pulang malam sekarang sudah tidak lagi,” ucapnya.

Motto hidup Caecil adalah Hidup itu pilihan, ketika memilih untuk percaya dan patuh akan perintah-Nya Insya Allah hidup tidak akan pernah terasa berat walaupun ada masalah sebesar apapun. Kebiasaan orang tua memelihara anjing adalah hal wajar di agama lamanya. Dia memilih bersabar memberikan pencerahan daripada terjadi pertentangan.

“Aku percaya sama Allah, ini kan anjing orang tua, saya tahu kalau rumah ada anjingnya itu Malaikat Rahmat tidak mau masuk. Ini perlahan-lahan saya pahamkan, kalau anjing itu menjilat aku, aku bersihkan dengan yang disampaikan hadits Nabi mencuci 7 kali dan dengan pasir, dan minta maaf sama Allah,” tuturnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Caecil mengisahkan bila masa jahiliyahnya sering menganggap bahwa kebiasaan berhura-hura dan foya-foya bukanlah persoalan agama. Berpakaian seksi mengumbar aurot, minum alkohol, pacaran, begadang larut malam menjadi kebiasaannya. Tetapi sekarang semua sudah berubah menjadi baik sesuai sunah.

“Agama yang dulu ya mengajarkan yang baik, tapi di Islam itu lebih di tekankan lagi. Kayak kita bangun tidur sampai tidur lagi semua ada aturannya. Minum harus duduk pakai tangan kanan, pokoknya semua diatur. Pakai baju seksi itu dosa, harus menutup aurat. Kalau agama dulu itu jarang sih dijelasin kayak bersikap baik itu seperti gimana, kebanyakan dulu sama teman bajunya seksi, kadang juga minum beer, dan ada juga yang cewek itu merokok. Kalau aku lebih karena ngikut-ngikut sih,” ungkap Caecil. [SY]

Jadi Mualaf, Gadis 19 Tahun Ini Semakin Didukung Orang Tuanya Sumber: Panjimas/Portal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *