Koruptor Jangan “Cuci Dosa” dengan Naik Haji!

Muh. Abdus Syakur
Mantan Menpora Adhyaksa Dault (tengah) di Wadi Mubarak.

Hidayatullah.com–Para koruptor diultimatum agar tidak “mencuci dosa” dengan naik haji. Sebab hasil korupsi yang disedekahkan pun akan tetap dituntut di akhirat.
Pesan ini disampaikan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault kepada Hidayatullah.com di Pesantren Wadi Mubarak, Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jumat, 11 Shafar 1435 H (13/12/2013) siang.
Menurut Adhyaksa, korupsi berarti merampas hak orang lain. Dengan bersedekah dari hasil korupsi, bukan berarti dosanya terhapus.
“Dia pikir dengan dia korupsi banyak, kemudian dia bagi ke fakir miskin, diampuni dosanya? Endak bisa! Tetap akan dituntut di akhirat kelak. Nah itu yang perlu disampaikan, karena mereka nggak ngerti. Kadang-kadang pejabat yang begitu tidak ngerti,” pesannya mewanti-wanti.
Olehnya, Adhyaksa menekankan pentingnya pemahaman keagamaan bagi para pemimpin negeri ini. Dengan begitu, mereka akan memahami hakikat jabatannya.
“Bahwa itu jabatan hanya sementara. Bukan jabatan mengumpulkan segala-galanya, kemudian dia lupa dengan kehidupan akhirat,” dalihnya.
Meskipun manusia diciptakan di dunia, lanjut Adhyaksa, namun hakikat hidupnya untuk akhirat. Dengan memahami hakikat ini, seseorang akan menghindari korupsi.
Hikmah, Bijaksana, Antikorupsi
Adhyaksa mengatakan, para pendiri Indonesia berharap negeri ini dipimpin orang-orang yang berhikmah, seperti tertuang dalam sila keempat Pancasila; Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
“Kalau dia punya hikmah maka dia akan bijaksana dalam perbuatannya. Nah, orang yang punya hikmah itu dari mana? Orang dekat dengan Allah! Kata Allah, ‘Yu’til hikmata man yasya’ waman yu’tal hikmata faqod utiya khoiron katsiran’,” jelasnya, mengutip al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 269.
Dari ayat ini, tambahnya, orang yang diberikan hikmah oleh Allah akan mendapat banyak kebaikan. Orang yang berhikmah, akan bijaksana dalam perbuatannya, termasuk tidak korupsi.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/14/7747/koruptor-jangan-cuci-dosa-dengan-naik-haji.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/koruptor-jangan-cuci-dosa-dengan-naik-haji.html Koruptor Jangan “Cuci Dosa” dengan Naik Haji!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *