Modern bukan Identik Kebarat-baratan

ANT
Jurnalis CNN, Fareed Zakaria saat menjadi pembicara dalam Forum Budaya Dunia (25/11/2013). Ajang Forum Budaya Dunia (WCF) berlangsungkan di Nusa Dua, Bali, 24-27 Nopember 2013

Hidayatullah.com– Sudah umum pada masa globalisasi ini, banyak bagian dunia seolah “belajar menjadi Barat” alias kebarat-baratan, dianggap menjadi model, demikian pokok pikiran jurnalis CNN, Fareed Zakaria, salah satu pembicara utama Forum Budaya Dunia atau World Culture Forum 2013.
Oleh sebab itu, kata Fareed Zakaria dalam keterangan tertulis kegiatan tersebut, Senin, membangkitkan rasa percaya diri penduduk asli dengan identitas budayanya yang non Barat harus didukung penuh.
“Tantangan utama negara berkembang adalah menjadi modern tanpa kebarat-baratan,” katanya dikutip Antara di Nusa Dua, Bali. Ajang ini diikuti peserta dari 35 negara yang berlangsung 24-27 November 2013. Mereka berkumpul bersama membahas semua aspek perkembangan budaya dunia.
Zakaria menjelaskan hubungan antara budaya dan kinerja ekonomi. Ia mengatakan mempertahankan budaya bukan berarti tidak bisa memajukan ekonomi, atau untuk meningkatkan ekonomi harus kebarat-baratan.
“Saat Anda berkata ke diri anda apakah budaya mendorong pertumbuhan ekonomi maka jawabannya rumit,” kata bekas editor majalah TIME ini.
Ia memberi contoh, transformasi yang dilakukan pemerintah China pada 1979 banyak mempengaruhi kebijakan mereka di bidang ekonomi dan politik pada saat itu.
Hal itu dilakukan tanpa mengubah budaya China yang berumur ribuan tahun.
“Dan itu yang ternyata menghasilkan kemajuan ekonomi China sampai sekarang,” katanya.
Bahkan, katanya, sejumlah faktor dalam budaya bisa memperkuat dan memajukan pembangunan.
“Budaya bukan pendorong atau penghambat utama. Budaya justru memperkaya pembangunan ekonomi,” kata peraih Penghargaan Padma Bhushan dari pemerintah India atas kontribusinya di bidang jurnalisme pada 2010 lalu ini.
Ia juga menekankan pentingnya kecintaan dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan. China dan India memiliki komitmen dan penghargaan luar biasa terhadap pengetahuan.
“Di China, Bill Gates dianggap seperti penyanyi pop Amerika Serikat, Britney Spears,” katanya.
Artinya, Gates sangat tidak berjarak dengan kehidupan mereka sehari-hari alias mereka sudah sangat akrab dengan ide dan pemikiran Gates walau tidak berjumpa fisik langsung.
Zakaria dinominasikan lima kali meraih penghargaan dari National Magazine dan beberapa kali dinominasikan mendapatkan Penghargaan Emmy. Dia juga sering menjadi komentator dan penulis berbagai isu mengenai hubungan internasional, perdagangan, dan pengembangan budaya.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/26/7472/modern-bukan-identik-kebarat-baratan.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/modern-bukan-identik-kebarat-baratan.html Modern bukan Identik Kebarat-baratan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *