MUI: Hindari Perayaan Tahun Baru Islam tak Sesuai Syariat

Peringatan 1 Muharram atau Satu (1) Suro dalam kalender Jawa disambut warga Solo, khususnya di Pura Mangkunegaran dan Kraton Kasunanan melakukan ritual kirab ‘kebo bule Kiai Slamet’. Hewan ini dikramatkan dan kotorannya diperebutkan

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia mengimbau umat Islam untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan syariat Islam saat merayakan tahun baru Islam, 1 Muharam 1435 Hijriah.
“Untuk perayaan yang sepanjang berjalan sesuai dengan ajaran islam itu boleh. Tapi kalau perayaan-perayaan itu bertentangan dengan syariat agama Islam sebaiknya dihindari, ” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan dikutip Antara News di Jakarta, Senin.
Amirsyah mencotohkan perayaan yang bertentangan dengan syariat Islam di antaranya mengandung unsur takhayul (kepercayaan pada sesuatu yang dianggap sakti) dan magis (sesuatu yang berkaitan dengan perbuatan magis).
Menurut Amirsyah, sebetulnya tidak ada amalan-amalan secara khusus yang dilakukan dalam rangka memperingati tahun baru Islam ini.”Yang ada itu amalan yang sesuai dengan tuntutan agama,” ujarnya.
Pada momentum tahun baru Islam ini, Amirsyah mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan muhasabah atau koreksi diri dalam rangka meningkatkan iman dan takwa kepada Allah.
“Perbuatan yang salah, keliru. Kita harus hijrah dari kesalahan untuk sampai pada situasi kehidupan beribadah yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam,” ujarnya.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/05/7155/mui-hindari-perayaan-tahun-baru-islam-tak-sesuai-syariat.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/mui-hindari-perayaan-tahun-baru-islam-tak-sesuai-syariat.html MUI: Hindari Perayaan Tahun Baru Islam tak Sesuai Syariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *