Pameran Ibadah Haji di Rijksmuseum Volkenkunde, Leiden

Foto: koleksi Nico Andrianto
Banyak di antara pengunjung adalah muslim kulit putihasli Belanda

TANGGAL 2 November 2013 yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke Rijksmuseum Volkenkunde, di Kota Leiden, Belanda. Kebetulan dari tanggal 10 September 2013 sampai 9 Maret 2014sedang digelar pameran berjudul “Panggilan tanah suci Mekah” (Mekke Hasreti, Verlangen Naar Mekka, Longing for Mecca, Envie de la Mecque). Selain koleksi dari Museum Leiden, dipamerkan pula koleksi the British Museumdan National Geographicyang didukung penuh oleh Universitas Leiden serta beberapa sponsor.
Di museum yang juga menyimpan banyak benda-benda pusaka Nusantara itu ditampilkanfakta-fakta mengenai ibadah haji, data-data jamaah haji, foto, video, keramik, kaligrafi, artefak-artefak bersejarah termasuk kiswah Ka’bah.
Dijelaskan, negara mana saja pengirim jamaah haji terbanyak dan jumlahnya dari tahun ke tahun. Koleksi “Orientalis kontroversial” Christiaan Snouck Hurgronje (Abd al Ghaffar) ditampilkan pula dalam pameran tersebut.
Penjelasan tentang ibadah haji sebagai bagian dari lima pilar Islam disampaikan secara informatif dan runut. Pengunjung non-muslim bisa belajar banyak tentang islam, sementara pengunjung muslim akan merasakan panggilan kota Makkah dalam bentuk ibadah haji melalui pameran yang dirancang dengan sangat baik ini.
Sejarah kota Makkah, Ka’bah, air zam-zam, ditampilkan dengan penjelasan yang mudah dimengerti oleh pengunjung awam. Foto-foto kuno, benda-benda bersejarah seperti koleksi alquran kuno dan al quran super kecil turut mendukung suasana pameran ini. Dipajang pula perlengkapan jamaah haji, pakaian ihram, dan segala sesuatu tentang haji.
Foto-foto kota Makkah saat ini dengan gedung-gedung modern lengkap dengan suasana jutaan jamaah hajinya tentu saja dipamerkan pula.
Diceritakan bagaimana Muslim dari seluruh pelosok dunia menempuh jalur yang sangat panjangmenuju Kota Makkah. Jalur mana saja yang dilalui, transportasi apa saja yang digunakan, berapa jumlah jamaah dari tahun-ketahun ditampilkan di pameran tersebut. Bukan saja jamaah haji asal Indonesia (bekas jajahan Belanda), tapi juga jamaah dari kalangan warga Belanda diuraikan secara detail. Tentang berapa jumlah perusahaan travel Belanda yang terlibat, berapa biayanya, menggunakan alat angkut apa saja, berapa jumlah yang diangkut setiap tahun, dan tentu saja sajaurusan surat jalan, paspor, dan visa diuraikan pula dengan visualisasi serta barang-barang koleksi pendukung.
Ditampilkan pula rekaman video kesaksian beberapa warga Belanda yang pernah menempuh ibadah haji ke Makkah. Banyak di antara pengunjung adalah muslim kulit putihasli Belanda. Saat ini Belanda adalah rumah bagi sekitar 914.000 Muslim atau meliputi sekitar 6% warga negara Negeri Kincir Angin. Mereka kebanyakan berasal dari Afrika Utara, yang awalnya diundang untuk mengisi pekerjaan kasar. Di kota-kota besar seperti Amsterdam, Utrech, Roterdam, Den Haag dan Leiden kehadiran muslim Belandadengan busana muslimnya nampak menonjol. Bisa disaksikan pula masjid-masjid dan mushola selalu berjubel dipenuhi para jamaah sholat jumat.
Di akhir alur pameran, pengunjung bisa membeli aneka souvenir, seperti buku-buku, tasbih, keramik Timur Tengah, atau foto-foto memorabilia. Pameran bertema ibadah haji, Makkahdan ka’bah di Rijksmuseum Volkenkunde,Leiden ini seakan menggemakan panggilan bagi muslim untuk segera menunaikanrukun islam kelima itu. Wallahu a’lam bissawab.*/kiriman Nico Andrianto, Amsterdam, Belanda.

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/04/7624/pameran-ibadah-haji-di-rijksmuseum-volkenkunde-leiden.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/pameran-ibadah-haji-di-rijksmuseum-volkenkunde-leiden.html Pameran Ibadah Haji di Rijksmuseum Volkenkunde, Leiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *