Polwan Berjilbab Dijamin Undang-Undang, Menundanya Pelanggaran HAM

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com
BMOIWI: Tak perlu regulasi lagi untuk Polwan berjilbab

Hidayatullah.com–Hak polisi wanita (Polwan) untuk berjilbab tak perlu menunggu regulasi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pasalnya, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 telah menjamin hal itu. Menunda Polwan berjilbab berarti melanggar Hak Asasi Manusi (HAM).
Demikian ditegaskan Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dra H Sabriati Aziz kepada Hidayatullah.com di Jakarta, Selasa, 7 Muharram 1435 H (10/12/2013).
Sabriati mengatakan, BMOIWI mendesak Polri segera membolehkan Polwan mengenakan jilbab. Setidaknya ada tiga alasannya.
Pertama, kebebasan melaksanakan ajaran agama kepada pemeluknya dijamin oleh UUD 1945. Dan jilbab itu adalah kewajiban agama. Jadi ya secara makro tidak perlu dipermasalahkan atau dibuatkan lagi Undang-Undang, itu mengecilkan makna UUD 45,” ujarnya.
Kedua, kata Sabriati, berbusana muslimah adalah hak setiap muslimah untuk menjalankan. Olehnya, melarang, menunda atau menghalang-halangi Polwan untuk menggunakan jilbab adalah pelanggaran HAM.
Ketiga, secara moral dan etika atau keindahan (jilbab) sangat menunjang profesi kepolisian sebagai panutan dan pendidik masyarakat. Olehnya itu tidak ada alasan untuk pelarangan tersebut,” tambahnya.
Sabriati menilai, fenomena yang terjadi pada kasus ini merupakan penzaliman terhadap hak menjalankan agama, dan menzalimi umat Islam secara keseluruhan.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/10/7699/polwan-berjilbab-dijamin-undang-undang-menundanya-pelanggaran-ham.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/polwan-berjilbab-dijamin-undang-undang-menundanya-pelanggaran-ham.html Polwan Berjilbab Dijamin Undang-Undang, Menundanya Pelanggaran HAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *