Resmi Dilantik, MIUMI Bekasi Dihadapkan Tugas Keummatan

Hidayatullah.com–Ahad kemarin (24/11), Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bekasi, Jawa Barat menggelar pelantikan pengurus periode 2013 – 2015. Acara yang bertempat di aula RS Annisa Cikarang, Bekasi ini melantik Ustadz Ahmad Husein Dahlan Lc. MM selaku Ketua MIUMI, beserta seluruh jajarannya. Turut hadir dalam acara tersebut para ulama, Komandan Distrik Militer 0509 Kab Bekasi, tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, pimpinan pesantren, dan para tamu undangan.
Pelantikan yang dipimpin oleh Wakil Ketua MIUMI, Dr Adian Husaini, MA ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus, penandatanganan berita acara pelantikan, dan penyerahan plakat MIUMI.
Melalui rilis yang diterima redaksi hidayatullah.com , Ustadz Ahmad Husein Dahlan menegaskan munculnya MIUMI Bekasi bukan untuk menjadi batu sandungan atau mengganggu keberadaan eksistensi ormas-ormas Islam yang telah ada. “Diharapkan sebagai upaya dan langkah strategis dan sinergi untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan umat di wilayah Bekasi khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan terkini adalah bagaimana menghadapi perkembangan Bekasi yang telah mengalami sebuah perubahan besar serta pergeseran nilai dan budaya, dari masyarakat agraris ke industrialis. “Realita hari ini menunjukkan bahwa masyarakat Bekasi menjadi masyarakat yang miskin seiring tergerusnya lahan pertanian,” tutur pria yang juga pemimpin Pesantren Daarul Fikri Cikarang Barat ini.
Sementara itu, Dr Adian Husaini, MA, menegaskan hadirnya MIUMI untuk mendukung dan bekerjasama serta bersinergi dengan MUI dan ormas-ormas Islam yang sudah ada, guna menuju Indonesia yang lebih beradab. Lebih lanjut, inisiator MIUMI ini mengatakan agar para pengurus MIUMI Bekasi senantiasa menggali keilmuan Islam sebagai ciri utama keulamaan seseorang, yang kemudian ditandai dengan karya.
“Karena pada hakikatnya MIUMI sendiri bukanlah organisasai massa, melainkan organisasi keilmuan, yang membawa pada kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah dan akhlaqul karimah. Jangan kesan bahwa yang di pusat adalah atasan dan yang di daerah adalah bawahan. Jadi MIUMI wilayah Bekasi boleh mengeluarkan fatwa sendiri, asalkan fatwa tersebut terjamin kualitas keulamaannya,” ujar Adian Husaini.
Usai melakukan pelantikan, MIUMI Bekasi melanjutkan acara dengan dialog interaktif bersama tokoh masyarakat, ulama, ormas, pimpinan pesantren, dan lembaga pendidikan Islam se-Bekasi. Dalam dialog itu tercetus harapan, MIUMI menjadi kordinator dan wadah keummatan yang dapat menjadi gerbong perubahan di Bekasi dengan mencetak para dai yang handal guna memperkokoh perjuangan Islam, dan dapat menghadirkan format kepemimpinan ulama sebagai warotsatul anbiya’.*

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/25/7464/resmi-dilantik-miumi-bekasi-dihadapkan-tugas-keummatan.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/resmi-dilantik-miumi-bekasi-dihadapkan-tugas-keummatan.html Resmi Dilantik, MIUMI Bekasi Dihadapkan Tugas Keummatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *