STAIN Kendari adakan Seminar Ekonomi Islam

Hidayatullah.com—Hari Sabtu (23/11/2013) kemarin, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Stain Kendari bekerjasama dengan HTI Chapter Stain Kendari, menggelar Seminar Nasional Ekonomi Islam di Auditorium Stain Kendari yang bertema “Ekonomi Islam Menjawab Tantangan Ekonomi Global Kini dan Nanti”.
Acara ini dihadiri kurang lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan yakni dosen dan mahasiswa yang tergabung di antaranya Universitas Halu Oleo, Stain Kendari, STIK Avicena dan Universitas Muhamadiah Kendari.
Hadir dua pembicara yaitu Prof. Dr. Ir La Rianda.,M.Si (Direktur Pasca Sarjana UHO) dengan membongkar kegagalan sistem kapitalis dalam menyelesaikan krisis ekonomi global yang saat ini melanda dunia.
“Sistem ekonomi dipengaruhi oleh pandangan hidup, jika tidak disusupi oleh pandangan hidup yang benar maka celakalah dan dunia akan hancur. Sistem kapitalis hari ini sesungguhnya telah gagal mengatur urusan ekonomi dalam rangka menyejahterakan rakyat. Kita lihat ada begitu banyak rakyat yang miskin termiskinkan oleh sistem kapitalis via kenaikan harga BBM, SDA kita di keruk Asing dan itu hanya menguntungkan pihak mereka, sementara rakyat Indonesia hanya memperoleh kerugian yang besar” lanjut La Rianda.
Ia juga mengatakan bahwa untuk menyelesaikan problem ini maka dibutuhkan jiwa kritis atas setiap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat serta kita harus kembali ke sistem Islam.
Setelah pemaparan pembicara pertama, Ir. H. Dwi Condro Triono.,Pd.D (Dosen STIE Hamfara) menjabarkan kegagalan sistem ekonomi kapitalisme dan masa depan solusi Islam.
Sistem ekonomi kapitalisme ini sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi Islam. Islam mengatur kepemilikan sesuai dengan syariat Islam. Sistem ekonomi Islam membagi tiga kepemilikan, yakni kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kemilikan negara.
“Terjadinya krisis ekonomi global saat ini juga disebabkan karena sistem kapitalis mewajibkan/menghalalkan apa yang di haramkan oleh Allah SWT, yakni riba”, ungkap beliau lagi sambil mengutip firman Allah SWT dalam surat Al-baqarah: 275 yang artinya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Seminar Nasional Ekonomi Islam ini di latar belakangi adanya realitas bahwa sistem ekonomi kapitalis yang saat ini di terapkan telah gagal dalam menyejahterakan hajat hidup umat manusia dan sistem ekonomi Islam yang pernah terbukti berhasil menyejahterakan umat, sebagaimana yang dikatakan ketua panitia, Junirwan Mekuo.
Tujuan kegiatan ini dalam rangka mensosialisasikan dan mengajak kepada umat khususnya kepada kaum intelektual sebagai pemegang kendali arah pemikiran umat, bahwa sudah saatnya kita beralih dari sistem ekonomi kapitalis yang menyengsarakan menuju sistem ekonomi Islam yang menyejahterakan seluruh umat manusia.*/kiriman Atiqah, Kendari

Source: http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/25/7451/stain-kendari-adakan-seminar-ekonomi-islam.html

http://pesantrenmasyarakat.com/blog/stain-kendari-adakan-seminar-ekonomi-islam.html STAIN Kendari adakan Seminar Ekonomi Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *