Tanggapan Pengurus Masjid UI Atas Tuduhan Sarang Radikalisme dan Intoleransi

Portal Dunia – Tanggapan Pengurus Masjid UI Atas Tuduhan Sarang Radikalisme dan Intoleransi

DEPOK, (Panjimas.com) – Menyikapi hasil penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute yang berjudul “Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Bogor dan Depok” Pengurus Masjid UI Depok pun menyampaikan pernyataan sikapnya.

Menurut Abdul Muta’ali selaku Ketua Pengurus Masjid UI Depok mengatakan bahwa dalam surat tersebut, Setara Institute tidak ada yang menyebutkan kalimat yang mengatakan bahwa Masjid kampus Depok sebagai sarang radikalisme sebagaimana dimuat di sebuah portal berita online tertanggal 1 November 2017. Melainkan studi Setara Institute menyebutkan bahwa Masjid di Kampus menjadi salah satu Pusat Kegiatan Keagamaan di Kota Depok.

“Sebagai perguruan tinggi, Universitas Indonesia (UI) berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dengan memerangi intoleransi dan radikalisme serta menentang setiap potensi aksi terorisme di dalam kampus baik itu dari aktivitas mahasiswa dan civitas akademika UI lainnya maupun aktivitas organisasi resmi yang berada di bawah naungan UI,” ujar Mutaali. Rabu, (8/11).

Dikatakannya juga bahwa Masjid UI adalah Masjid Kampus yang secara keorganisasian terintegrasi dengan Universitas Indonesia sehingga visi dan misinya dari Masjid UI mengacu kepada visi dan misi UI itu sendiri.

“Paham keagamaan Masjid UI berlandaskan pemahaman Ahlus Sunnah wal jama’ah dalam koridor Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Mutaali

Seluruh kegiatan dan kajian di Masjid UI mengacu pada 5 (lima) dasar nilai Masjid UI, yakni : Tafahum (pemahaman ke-Islaman yang komprehensif mengharmonikan nilai nilai Islam dan ke-Indonesiaan), Tawazun (keseimbangan antara materialisme dan spiritualisme), Tawasuth (moderat), Takamul (universal dan holistik), Tasamuh (saling menghormati akan perbedaan).

Menyikapi pemberitaan terkait hasil penelitian Setara Institute yang kami peroleh pertama kali dari CNN Indonesia, pengurus Masjid UI belum pernah diwawancarai ataupun dimintai pendapat oleh pihak CNN Indonesia terkait dengan pemberitaan hasil penelitian tersebut.

“Lebih lanjut pengurus Masjid UI memandang perlu untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penelitian tersebut dari Setara Institute. Untuk itu kami mengundang Setara Institute untuk mempresentasikan hasil penelitian tersebut secara akademik, utuh, dan terbuka,” kata Mutaali.

Pengurus Masjid UI juga akan menerima itu sebagai masukan dan evaluasi mengingat masukan yang bersifat konstruktif dapat menjadikan masjid kampus yg dibanggakan tidak hanya level nasional melainkan level Internasional. [ES]

Tanggapan Pengurus Masjid UI Atas Tuduhan Sarang Radikalisme dan Intoleransi Sumber: Panjimas/Portal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *