Tentara Myanmar Lebih Kejam dari Ya’juj dan Ma’juj

Portal Dunia – Tentara Myanmar Lebih Kejam dari Ya’juj dan Ma’juj

SUKOHARJO (Panjimas.com) – Pembantaian yang dilakukan Budha dan tentara Myanmar terhadap muslim di Rohingya, jauh lebih kejam dari pada Ya’juj dan Ma’juj. Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menerangkan hal itu di Masjid Fadlurrahman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Sukoharjo.

“Kalau Ya’juj Ma’juj, keluar dan siapapun yang ditemuinya langsung dibunuh. Ketemu kaum lain langsung ditebas jadi dua mati, dipenggal mati. Lha di Myanmar ini ada anak kecil dibuat main-main ditendang seperti bola lalu baru dibunuh. Laki-laki dikuliti masih hidup, dagingnya ada yang dimakan baru dibunuh, wanita dipotong kaki tangannya kemudian ada yang dipanggang, astagfirullah,” ujar Ustadz yang terkenal dengan pembahasan akhir zaman itu, Sabtu (16/9/2017).

Ustadz Zulkifli menjelaskan munculnya Ya’juj dan Ma’juj pada fase ke empat sebelum Khilafah ala minhajin nubuwah. Tidak ada yang bisa dilakukan umat Islam kecuali hanya dengan bersembunyi.

“Dan itu semua berada di fase pemerintah kediktaroran. Tidak ada yang bisa melawan karena hadist Nabi menerangkan umatnya untuk bersembunyi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustadz Zulkifli mengungkapkan kondisi muslim Rohingya menjadi bukti bentuk kezaliman terhadap umat Islam di akhir zaman. Umat Islam yang berperang melawan musuh-musuh Allah akan masuk surga tanpa hisab.

“Rohingya adalah salah satu bentuk kezaliman di akhir zaman. Nabi berkata, nanti umatku akan berperang di dua tempat terpisah. Satu disebelah barat bersama Nabi Isa, dan yang terbunuh masuk Surga tanpa hisab. Dan satu kelompok di sebelah timur, yaitu Asia tenggara berperang melawan kaum musyrikin penyembah patung dan berhala,” tandasnya.

Semakin mendekati akhir zaman, umat Islam semakin berat menghadapi pemimpin zalim yang bertindak diktator. Kekejaman dipertontonkan dan yang menjadi korban terbesarnya adalah umat Islam. Menurut Ustadz Zulkifli, Indonesia salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari rentetan tanda akhir zaman.

“Kita mau tidak mau, akan berhadapan dengan mereka nanti. Dan orang yang berperang melawan mereka di akhir zaman akan masuk surga tanpa hisab. Nubuwat Rasulullah salallahu’alaihi wassalam salah satu bentuknya, terjadi diwilayah timur adalah di Rohingya sekarang. Dan Indonesia bagian yang tidak terpisahkan bahkan penentunya,” pungkasnya. [SY]

Tentara Myanmar Lebih Kejam dari Ya’juj dan Ma’juj Sumber: Panjimas/Portal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *