Tudingan Pansus Ke Ketua KPK Terencana Sejak Awal

Portal Dunia – Tudingan Pansus Ke Ketua KPK Terencana Sejak Awal

Agus Rahardjo (sindo)

intelijen – Tuduhan Panitia Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI terhadap Ketua KPK Agus Raharjo dinilai sangat tidak beralasan. Pasalnya, beberapa anggota pansus merupakan pihak yang memilih Agus sebagai ketua KPK.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, jika sedari awal Agus memiliki rekam jejak cacat seharusnya panitia seleksi calon komisioner KPK bentukan Presiden Joko Widodo tidak memasukkan nama mantan ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu. Bahkan, Komisi III DPR juga memiliki tanggung jawab untuk tidak memilih Agus sebagai ketua KPK. Dia memastikan bahwa tudingan terhadap Agus merupakan upaya untuk membungkam KPK.

“Ini kan tuduhan semuanya, bagi saya Pak Agus tidak bersalah karena tidak ada proses hukum sama sekali. Kalau memang ada berita sumir seharusnya mereka (pansel calon komisioner KPK dan Komisi III) dari dulu sudah tidak memilih Pak Agus karena tugas mereka itu harus memastikan semua calon ketua KPK bebas dari berita sumir,” jelasnya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (22/9).

Menurut Dahnil, jika Agus benar-benar memiliki rekam jejak cacat maka pansel capim KPK serta Komisi III merupakan pihak yang paling bertangung jawab terhadap lolosnya Agus dari proses uji kelayakan dan kepatutan. Jika hal itu memang disengaja, maka dapat disimpulkan Komisi III DPR sengaja memilih pimpinan yang suatu saat dapat disandera jika KPK menangani kasus besar dengan menyeret sejumlah nama anggota dewan, seperti kasus korupsi pengadaan KTP-el.

“Ini pola yang selalu dilakukan DPR, khususnya komisi III. Coba lihat mereka kan tidak seheboh ini terhadap kinerja polisi. Pernah lihat tidak DPR itu sungguh-sungguh melakukan koreksi yang terang dan keras kepada polisi, terhadap kejaksaan. Jadi aneh, kenapa mereka selalu keras terhadap KPK, itu terkait dengan nasib mereka. Sekali lagi saya mau menyebut, aksi yang dilakukan pansus angket ini terang adalah aksi membungkam pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Anggota Pansus KPK Arteria Dahlan menyatakan, pihaknya menemukan indikasi penyimpangan di internal LKPP yang saat itu dipimpin Agus Rahardjo. Dari temuan investigasi Pansus KPK, Agus diduga bermain dalam kasus korupsi pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan pada Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun 2015.

Arteria menyebut proyek bernilai transaksi Rp 36,1 miliar, padahal nilainya hanya Rp 22,4 miliar. Sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai 60 persen lebih. Penelusuran pansus mengklaim ada penyalahgunaan kewenangan Agus saat menjabat sebagai ketua LKPP.

“Pimpinan LKPP terindikasi diduga kuat memerintahkan direktur pengembangan sistem katalog LKPP untuk melaksanakan e-catalog, untuk memenuhkan persyaratan e-purchasing yang tadi. Jadi transaksi dulu sudah baru direkayasa administrasi pengadaannya. Ini luar biasa,” jelas Arteria di Jakarta, Rabu lalu (20/9).

Sumber: rmol

Share Button

Related Posts

Tudingan Pansus Ke Ketua KPK Terencana Sejak Awal Sumber: INTELIJEN/Portal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *